Akhirnya kembali juga

It’s been a long time since last post.

Dua tahun berlalu, sedikit-banyak hal yang sudah berubah dari saya. Idealisme masih kental terasa ketika saya baca ulang post-post saya yang lama. Maklum, masih mahasiswa kala itu. Kini, setelah saya dinyatakan wisuda setahun ke belakang, makin berubah pandangan saya terhadap ‘dunia’.

Pertama, saya mau bersyukur kecil-kecilan untuk kembalinya saya di dunia blogging. Impian saya sejak dulu adalah menjadi seorang penulis, meski sempat buyar karena mindset yang, realistis, mengejar soal materi. Tapi tak jadi soal, sebab sejauh-jauhnya air mengalir, akan kembali ia ke muara. Mungkin saya sudah jadi orang yang kudet di era ini karena mayoritas blogger sendiri sudah alih profesi jadi youtubers. Tidak pernah terbayang kalau era tulis-menulis perlahan pudar. Tapi itu kenyataan, namanya juga perkembangan zaman.

Kedua, sekarang saya sudah wisuda. Sudah saatnya berhenti merengek minta uang ke orangtua karena tak lagi sopan dan etis, mengingat usia saya memasuki usia produktif untuk memulai karir dan mengingat masih ada kedua adik saya yang masih butuh asupan dana untuk biaya pendidikan mereka.

Sekitar 8 bulan sudah saya di wisuda, tapi angan untuk mencari pekerjaan itu masih mengawang-awang. Impian saya, jadi enterpreneur muda, sedikit menemui jalan buntu di kala kedua orangtua inginnya saya mendapat pekerjaan dulu. Minimal, untuk jadi jaminan seandainya usaha saya failed. Agak lama saya berpikir soal itu, tapi mungkin ada benarnya, mungkin saya harus memulai merangkak dari bawah, belajar dari mereka yang sudah lebih ahli di bidang penjualan. Baru ketika ilmunya sudah saya dapat, saya bisa mulai bergerak membuka bisnis saya sendiri. Hingga pada akhirnya, yasudah, yuk cari kerja!

Awal Agustus ini, saya mulai menjadi diri saya yang baru. Realistis dan Idealis di kedua sisi. Saya punya standar sendiri untuk menentukan akan bekerja dimana, namun saya tetap harus realistis seandainya nanti di pertengahan jalan menemui jalan buntu. Bukan sekali ini sebenarnya, saya ikut test untuk bekerja. Dulu, awal masa kuliah, saya sempat ikut test kejaksaan. Namun karena tidak dari hati, yah pada akhirnya gagal juga. Kemudian sekitar awal tahun kemarin, ikut lagi test BPJS. Lagi-lagi gagal, karena merasa terpaksa. Dua pilihan yang ayah saya tawarkan kepada saya, based on my feeling, saya setengah hati mengikuti keduanya karena pada akhirnya nanti, saya yang akan menjalaninya seumur hidup. Saya yakin, saya punya jalan sendiri di luar sana, yang bisa membuat kedua orangtua saya bangga. Tanpa harus diarahkan.

Sekarang, saatnya saya beranjak. Buka-buka internet lagi dan browsing lowongan kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s